Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui pihak kecamatan dan kelurahan setempat, segera menanggapi insiden ledakan mortir di Babelan dengan mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Kejadian ini disikapi sebagai alarm bahaya serius terkait peredaran barang rongsokan yang berpotensi mengandung bahan peledak.
Lurah Kelurahan Bahagia mengumumkan akan segera melakukan sosialisasi dan edukasi di wilayah-wilayah yang banyak terdapat aktivitas pemulungan. Edukasi ini akan difokuskan pada pengenalan ciri-ciri umum amunisi atau bahan peledak (seperti bentuk silinder, adanya sirip, dan material logam berat) agar warga, terutama anak-anak, dapat menghindari dan melaporkannya.
“Ini bukan kali pertama benda berbahaya ditemukan oleh pemulung di wilayah kami. Kami meminta para pengepul besar untuk lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menerima barang rongsokan. Keamanan harus diutamakan di atas nilai jual,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi berkoordinasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) setempat untuk meningkatkan patroli di area-area yang secara historis diduga menjadi lokasi latihan militer atau disposal (pembuangan) amunisi ilegal, untuk mencegah penemuan serupa di masa mendatang.

















