JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Kelas/Pelatihan Vokasi Coding dan Kecerdasan Buatan (AI) pada 4 Desember 2025. Program ini berlangsung serentak di 10 Politeknik Unggulan Indonesia sebagai langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia digital untuk menghadapi industri 4.0.
Melalui program vokasi ini, Kemendikbud menargetkan mahasiswa tingkat akhir agar menguasai keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, kementerian memfokuskan pembelajaran pada teknologi yang banyak digunakan di dunia kerja global.
Tujuan Program Vokasi Digital
Kemendikbud menjalankan pelatihan vokasi digital untuk mengurangi kesenjangan keterampilan antara lulusan pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Selain itu, program ini mendorong mahasiswa memahami standar kerja profesional sejak dini.
Dengan demikian, peserta Kelas/Pelatihan Vokasi memiliki kesiapan kerja yang lebih kuat setelah lulus. Selanjutnya, program ini juga memperkuat kebijakan link and match antara politeknik dan dunia industri.
Kurikulum Coding dan Kecerdasan Buatan
Kemendikbud menyusun kurikulum bersama perusahaan teknologi nasional dan global. Sementara itu, peserta mempelajari bahasa pemrograman modern, pengembangan aplikasi, kecerdasan buatan, serta Machine Learning secara bertahap dan terstruktur.
Selain pembelajaran teknis, program vokasi ini mewajibkan peserta mengikuti magang industri. Oleh karena itu, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus membangun portofolio profesional sebelum memasuki pasar kerja.
Dampak dan Pengembangan Program
Kemendikbud menilai pelatihan vokasi berbasis teknologi mampu mempercepat transformasi digital nasional. Ke depan, kementerian menyiapkan pengembangan program serupa ke lebih banyak politeknik dan bidang keahlian strategis lainnya.









