SUMBA BARAT, 5 Desember 2025 – Kebakaran rumah adat Sumba Barat melanda sebuah permukiman tradisional di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini berdampak langsung pada 139 warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Api menghanguskan rumah adat yang menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat setempat.
Kebakaran terjadi pada Jumat siang. Api dengan cepat membesar karena bangunan rumah adat menggunakan material mudah terbakar seperti ilalang dan kayu. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mengendalikan api sejak awal.
Warga yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api secara mandiri. Mereka menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang. Namun, api terus menyebar karena tiupan angin dan struktur bangunan yang rapuh.
Kronologi Kebakaran
Foto dan video yang beredar memperlihatkan warga berusaha memadamkan api dari berbagai sisi. Intensitas api yang tinggi membuat upaya tersebut tidak berjalan efektif. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah beberapa jam.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran rumah adat Sumba Barat ini. Meski begitu, sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan. Kerugian material diperkirakan cukup besar.
Dampak Sosial
Kebakaran ini masuk kategori bencana sosial. Rumah adat memiliki fungsi penting sebagai pusat kegiatan komunal dan adat. Setelah kebakaran, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan lokasi aman di sekitar permukiman. Aktivitas sosial dan adat warga juga terhenti sementara.
Penyaluran Bantuan
Pemerintah daerah bersama aparat setempat segera bergerak menyalurkan bantuan. Mereka menyediakan kebutuhan dasar dan tempat penampungan sementara. Lembaga kemanusiaan juga memberikan dukungan psikososial bagi warga terdampak.
Pemerintah masih mendata kerusakan akibat kebakaran rumah adat Sumba Barat. Proses pemulihan dan rencana pembangunan kembali akan dibahas bersama tokoh adat setempat.















