ACEH TAMIANG – Hoax jenazah dalam mobil banjir Aceh Tamiang beredar di media sosial pada 9 Desember 2025. Informasi palsu ini memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan kepanikan di tengah kondisi darurat. Kasus hoax tersebut langsung menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan warga di tengah bencana.
Bantahan Otoritas
Kepolisian dan BPBD Aceh Tamiang segera menanggapi isu tersebut. Mereka menegaskan bahwa kabar penemuan mayat di mobil korban banjir tidak benar.
Tim gabungan melakukan pengecekan dan investigasi mendalam, lalu memastikan informasi itu hoax. Aparat menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan kabar di media sosial.
Imbauan kepada Masyarakat
Pihak berwenang meminta masyarakat tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Selain itu, mereka mengingatkan agar warga tetap tenang dan tidak menimbulkan kepanikan.
Pengamat komunikasi publik menilai kasus hoax jenazah dalam mobil banjir Aceh Tamiang menunjukkan perlunya literasi digital yang lebih kuat di masyarakat.
Fokus Pemulihan
Otoritas penanggulangan bencana kini fokus pada pemulihan pasca-banjir. Mereka menyalurkan bantuan kepada warga terdampak dan terus memantau kondisi lapangan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan lembaga pusat untuk mempercepat distribusi logistik dan layanan kesehatan.
Dampak Sosial
Hoax yang beredar di tengah bencana memperburuk kondisi psikologis warga. Sejumlah keluarga korban banjir merasa resah karena informasi palsu menimbulkan ketakutan baru.
Oleh karena itu, aparat menekankan bahwa masyarakat harus mengandalkan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait.
Harapan ke Depan
Masyarakat berharap pemerintah daerah memperkuat sistem komunikasi darurat agar kabar hoax tidak mudah menyebar. Kasus hoax banjir Aceh Tamiang diharapkan menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kewaspadaan digital.
Untuk konteks lebih luas, lihat juga artikel internal Banjir Aceh Selatan 2024 yang membahas dampak bencana sebelumnya.















