Slider Beranda

SPMB

SPMB

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Berita Nasional

Ekonom Universitas Labuhan Batu : Menafsir Ulang Pasar Modal Kerakyatan Bagi Gerakan Koperasi Merah Putih

55
×

Ekonom Universitas Labuhan Batu : Menafsir Ulang Pasar Modal Kerakyatan Bagi Gerakan Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Labuhan Batu (11/25) – Ditengah menguatnya wacana ekonomi kerakyatan, tiga ekonom Universitas Labuhan Batu menilai bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi momentum penting untuk menafsir ulang makna pasar modal dari sudut pandang rakyat Labuhan Batu. Gagasan ini muncul dalam diskusi terbuka dikampus Universitas Labuhan Batu, yang dimoderasi oleh Assoc. Ade P Nasution dan dihadiri oleh civitas akademika dan pegiat koperasi daerah.

Menurut Dr. Nurintan, dosen ekonomi sekaligus pegamat Pembangunan daerah, koperasi saat ini tidak lagi bisa dipahami sebagai Lembaga simpan pinjam tradisional.”Koperasi Merah Putih” membawa semangat baru. Ia mencoba menghubungkan modal rakyat dengan mekanisme pasar transparan dan inklusif. Ini semacam pasar modal versi rakyat, dimana keuntungan dan kepemilikan tidak terpusat,” ujarnya.

Universitas Labuhan Batu sendiri dahulu bernama STIE Labuhan Batu dan giat melakukan riset dibidang ekonomi Labuhan Batu Raya. Selain itu, Menurut data statistik PPID Kemendagri, jumlah koperasi aktif (2019-2023) di Labuhan Batu berkembang dari 352 unit menjadi 435 unit, meliputi Bilah Barat, Bilah Hilir, Bilah Hulu, Rantau Selatan serta Rantau Utara. Sumutpos sendiri melaporkan ada 98 unit Koperasi Merah Putih.Meskipun bukan data resmi BPS, hal ini memang perlu dianalisis civitas akademika bagi Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Waslim , Salah satu civitas akademika yang juga merupakan jobseekers, berbagi pengalaman mengenai job vacancy Koperasi Merah Putih yang diadakan Kementerian Koperasi dan UMKM baru baru ini. “Ada 70.000 job seekers yang berminat bekerja di Lembaga ini pada awal oktober 2025, ada 2 posisi yang ditawarkan , business assistant dan project management officer, setiap kabupaten dan provinsi diisi 2 staff se Indonesia. Sayangnya, seleksinya sangatlah ketat dan putra daerah Labuhan Batu gagal duduk di kabupatennya sendiri. Ini sangat disayangkan.” Ujarnya.

Sementara itu, Dr.Zulkifli Musannip Siregar, direktur Paska Sarjana Universitas Labuhan Batu menyoroti aspek kelembagaan dan regulasi.Ia menilai, keberanian Koperasi Merah Putih untuk masuk keranah pembiayaan dan investasi public merupakan Langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi diera digital. “Jika dikawal dengan tata Kelola yang baik, koperasi semacam ini bisa menjadi model baru bagi demokratisasi ekonomi.” Jelas Zulkifli. Pasar modal kerakyatan bukan sekadar istilah, tapi cara baru masyarakat Indonesia, khususnya Labuhan Batu dalam berpartisipasi bagi Pembangunan.”

Rektor ULB, Ade Parlaungan menegaskan bahwa diskursus ini sejalan dengan semangat kampus dalam membangun literasi ekonomi ditingkat lokal.Menurutnya, masyarakat daerah perlu memahami bahwa koperasi modern dapat berfungsi sebagai jembatan antara ekonomi rakyat dan pasar keuangan nasional. “Pinjaman yang disediakan oleh Koperasi Merah Putih dengan bunga 6% (Rp10 juta hingga Rp 50 juta) dapat dipergunakan dengan baik oleh para pelaku UMKM dalam mempromosikan produk produk unggul Labuhan Batu. Pemerintah juga terus mendukung adanya stand booth untuk mempromosikan kreatifitas pelaku UMKM.”

Diskusi (11/25) yang digelar di lantai 2 kampus master manajemen itu juga menyinggung pentingnya peran akademisi untuk mengubah mindset civitas akademika, bahwa universitas bukan mencetak pengangguran, tetapi mencetak jiwa kewirausahaan bagi lulusannya disektor UMKM.”Ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkeadilan.” Tegas Ade yang memoderasi diskusi tersebut.
“Pasar modal kerakyatan bukan sekadar mimpi, selama ada transparansi, partisipasi dan keberpihakan pada rakyat, koperasi bisa menjadi lokomotif ekonomi yang sesungguhnya terwujud di Labuhan Batu.”