Slider Beranda

SPMB

SPMB

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Berita BekasiKriminalPendidikan

Dugaan Kasus Perundungan di Rawalumbu Bekasi: Siswa Trauma, Polisi Turun Tangan

59
×

Dugaan Kasus Perundungan di Rawalumbu Bekasi: Siswa Trauma, Polisi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

 

BEKASI, BERITA BEKASI — Seorang pelajar asal Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, menjadi sorotan publik setelah video tangis histerisnya yang menolak kembali ke sekolah viral di media sosial. Penolakan ini diduga kuat dipicu oleh aksi perundungan atau bullying yang dialaminya.

Kronologi Dugaan Perundungan dan Reaksi Korban

Dalam video yang beredar, pelajar tersebut terlihat menangis di hadapan orang tua dan keluarganya, mengungkapkan trauma serta ketakutannya untuk bersekolah. Korban mengaku mengalami kekerasan fisik dan bahkan dipaksa untuk berduel “satu lawan satu” dengan terduga pelaku. “Abang disuruh satu lawan satu,” ucap korban dengan suara pilu, diikuti penegasan, “Nggak mau sekolah!”

Keluarga korban, melalui perwakilan yang bernama Bonin, mengonfirmasi bahwa saat ini anak mereka tengah menjalani proses visum di Polres Metro Bekasi Kota untuk memperkuat bukti pelaporan dugaan tindak kekerasan.

Tindakan Kepolisian: Penyelidikan dan Pendalaman

Kasus dugaan perundungan ini telah menarik perhatian aparat kepolisian. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa kasus tersebut sedang ditangani oleh pihaknya.

“Sudah ditangani Polres, yang bersangkutan sudah di visum, sekarang sedang diminta keterangan,” ujar AKBP Braiel.

Meskipun demikian, pihak kepolisian meminta waktu untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, polisi belum dapat menyimpulkan secara definitif apakah insiden yang dialami korban merupakan murni kasus perundungan, karena masih fokus pada pengumpulan keterangan dari korban dan pihak terkait. “Sementara diminta keterangan, saya belum bisa menyimpulkan (apakah benar perundungan),” tambahnya.


Pentingnya Lingkungan Sekolah yang Aman

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Kejadian ini mencuat tak lama setelah Presiden Prabowo, dalam kunjungannya ke Bekasi, memberikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar selalu rukun dan menjaga kerukunan antarteman, sebuah pesan yang relevan dengan situasi yang terjadi.