JAKARTA – Influencer Ferry Irwandi kembali menjadi sorotan publik setelah aktivitasnya dalam penanganan bencana Sumatera menuai kritik DPR. Isu ini menimbulkan perdebatan mengenai etika influencer dan koordinasi bantuan di tengah krisis.
Konferensi Pers
Dalam konferensi pers pada 9 Desember 2025, salah satu anggota DPR menyoroti pentingnya etika influencer dan koordinasi dalam penyaluran bantuan. Ia menekankan bahwa semua pihak, termasuk influencer, harus bekerja sama dengan lembaga resmi seperti BNPB atau lembaga kemanusiaan agar bantuan tepat sasaran dan tidak terkesan mengeksploitasi musibah.
Aktivitas Ferry Irwandi
Ferry Irwandi dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia membagikan dokumentasi kegiatannya di lokasi bencana melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Tindakan ini memicu beragam reaksi publik, mulai dari dukungan atas inisiatifnya hingga kritik yang menilai aksinya sebagai pencitraan.
Dimensi Baru Diskusi
Kritik DPR terhadap Ferry Irwandi menambah dimensi baru dalam diskusi mengenai peran influencer saat krisis. Di era digital, publik figur memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini dan mobilisasi bantuan. Namun, tanggung jawab dan akuntabilitas tetap menjadi hal utama.
Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi, koordinasi, dan etika dalam setiap aksi sosial yang dilakukan oleh influencer. Publik berharap agar kegiatan kemanusiaan tidak hanya menjadi konten viral, tetapi benar-benar berdampak positif bagi korban bencana.
















