Bekasi, 1 Desember 2025 – Banjir Rob Muaragembong kembali melanda Kabupaten Bekasi dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Foto yang beredar memperlihatkan penyaluran bantuan kepada warga terdampak. Sejumlah pejabat dan perwakilan hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan sebagai respons cepat terhadap bencana.
Bencana Berulang
Banjir Rob Muaragembong sering terjadi dan terus meresahkan warga. Selain itu, masyarakat menantikan pembangunan Giant Seawall (Tanggul Laut Raksasa) sebagai solusi jangka panjang. Proyek ini dianggap penting untuk melindungi pesisir dan permukiman dari ancaman rob yang semakin parah akibat perubahan iklim.
Sorotan Infrastruktur
Warga menilai lambatnya realisasi proyek tanggul laut menjadi masalah utama. Di sisi lain, mereka menekankan bahwa infrastruktur vital ini menjadi kunci pencegahan banjir jangka panjang. Tanpa tanggul laut, wilayah pesisir Bekasi akan terus menghadapi banjir rob setiap tahun.
Bantuan dan Harapan
Pemerintah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada warga terdampak. Namun, masyarakat tetap berharap pemerintah daerah dan pusat segera merealisasikan proyek pencegahan banjir permanen. Mereka ingin penderitaan tahunan akibat rob berakhir.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir Rob Muaragembong tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi. Sehingga, nelayan kesulitan melaut, distribusi logistik terhambat, dan anak-anak tidak bisa bersekolah. Kondisi ini memperlihatkan betapa pentingnya percepatan pembangunan tanggul laut sebagai solusi permanen.
Tindak Lanjut
Pemerhati lingkungan menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Akhirnya, mereka mendorong percepatan proyek Giant Seawall agar pesisir Bekasi terlindungi dari ancaman rob.













