Polres Metro Bekasi Kota dan Tim Gegana Korps Brimob Polri terus melakukan investigasi mendalam terkait penemuan dan ledakan proyektil aktif yang menewaskan seorang pemulung berinisial Hidayatullah (27) di Kampung Ujung Harapan, Babelan, pada Minggu sore. Fokus utama penyelidikan saat ini adalah menelusuri dari mana korban mendapatkan amunisi berbahaya tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kota menyatakan bahwa tim ahli sedang bekerja untuk mengidentifikasi jenis pasti dari proyunitil yang meledak. Dugaan sementara mengarah pada mortir aktif atau peluru tank berkaliber sedang. Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan bahwa benda tersebut merupakan peninggalan era konflik atau latihan militer, mengingat kondisinya yang tampak sudah berkarat dan lama.
“Kami telah memeriksa TKP secara menyeluruh dan tidak menemukan gudang penyimpanan amunisi. Kami akan menelusuri rute pemulungan korban dalam beberapa hari terakhir. Ini sangat penting untuk memastikan apakah ada rantai pasokan barang rongsokan berbahaya lainnya yang beredar di masyarakat,” ujar salah satu penyidik.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh warga, terutama komunitas pemulung dan pengepul barang bekas, agar segera melapor ke aparat jika menemukan benda mencurigakan yang menyerupai amunisi, bom, atau bahan peledak lainnya, dan tidak mencoba untuk memotong atau memindahkannya sendiri.
















