Medan, 5 November 2025 – Jurnalis, aktivis, mahasiswa, dan kelompok feminis di Kota Medan menggelar Aksi Kamisan ke-97. Aksi ini bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) 2025 pada Kamis, 16 Januari. Massa memusatkan kegiatan di Lapangan Merdeka serta beberapa ruang publik di pusat kota.
Seruan Aksi
Peserta membawa payung hitam, lilin, dan poster tuntutan. Selain itu, mereka menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun non-fisik seperti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Oleh karena itu, massa menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius di Sumatera Utara.
Orasi dan Simbol
Peserta menyampaikan orasi, kesaksian, dan edukasi publik tentang perlindungan hak perempuan. Kemudian, mereka menyalakan lilin sebagai simbol duka sekaligus perlawanan terhadap kekerasan di ranah domestik maupun digital.
Tuntutan Peserta
“Kasus kekerasan berbasis gender online terus meningkat, namun banyak yang tidak ditangani dengan serius. Kami mendesak negara hadir dan memastikan perlindungan nyata bagi korban,” ujar salah satu peserta.
Aksi juga diikuti jurnalis perempuan, komunitas mahasiswa, dan masyarakat umum. Sementara itu, mereka menuntut pemerintah serta aparat hukum mempercepat penanganan laporan dan menjamin pemulihan korban. Selain itu, mereka menekankan pentingnya solidaritas lintas kelompok untuk mendukung para penyintas.
Penutup
Peserta menutup kegiatan dengan pembacaan pernyataan sikap. Akhirnya, mereka menegaskan pentingnya pencegahan, layanan pemulihan, dan penegakan hukum yang adil bagi korban. Dengan demikian, aksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menghapus kekerasan terhadap perempuan harus terus berlanjut.















