Slider Beranda

SPMB

SPMB

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Berita NasionalKomunitasLifestyle

Darwin Sitanggang: Menjaga Warisan dan Sejarah Huta Lumban Silo sebagai Sipukka Huta

50
×

Darwin Sitanggang: Menjaga Warisan dan Sejarah Huta Lumban Silo sebagai Sipukka Huta

Sebarkan artikel ini
Darwin Sitanggang di depan rumah adat Sipukka Huta Lumban Silo Samosir

SAMOSIR – Menjaga silsilah dan sejarah leluhur merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Batak. Hal ini ditegaskan oleh Darwin Sitanggang, keturunan generasi keempat dari Opung Tongam Sitanggang Silo, yang berkomitmen menjaga warisan sejarah di Huta Lumban Silo, Desa Parsaoran 1, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Dalam keterangannya, Darwin yang saat ini menetap di Kabanjahe menjelaskan bahwa sejarah Huta Lumban Silo bermula sekitar 120 tahun yang lalu. Kala itu, Opung Tongam Sitanggang bersama istrinya, boru Sihotang, memutuskan untuk turun dari Dolok Sohaliapan (Kenegerian Buhit) guna mencari kehidupan yang lebih baik.

Jejak Sejarah dan Rumah Batak Pusaka

Tempat baru yang dibuka oleh Opung Tongam tersebut kemudian dinamai Lumban Silo. Sebagai penanda pertama dibukanya pemukiman tersebut (Sipukka Huta), Opung Tongam mendirikan satu unit rumah kayu khas Batak yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

“Rumah Batak peninggalan Opung Tongam tersebut tetap ada sampai sekarang dan menjadi tanda bahwa beliaulah yang pertama kali menjadikan tempat itu sebagai tempat tinggal, yang kini dikenal sebagai Huta Lumban Silo,” ujar Darwin Sitanggang.

Opung Tongam memiliki dua orang putra, yakni Sindak Sitanggang dan Filipus Sitanggang. Seiring berjalannya waktu, garis keturunan Sindak Sitanggang bersama istrinya boru Nainggolan tetap menghuni huta tersebut, sementara Filipus Sitanggang merantau ke daerah Perdagangan.

Simbol Penghormatan dan Tradisi Mangokal Holi

Darwin menjelaskan bahwa status Opung Tongam sebagai Sipukka Huta diperkuat dengan adanya makam keluarga yang terletak berdekatan dengan rumah adat tersebut. Sesuai tradisi Batak Samosir, pemilik tanah akan dimakamkan di lahan miliknya sendiri.

Pada tahun 1990-an, pihak keluarga besar juga telah melaksanakan upacara adat Mangokal Holi (pemindahan tulang belulang leluhur) ke Tambak Batu Na Pir di Desa Parsaoran 1, namun bekas makam asli di Huta Lumban Silo tetap terjaga sebagai bukti sejarah.

Tanggung Jawab sebagai Si Junjung Baringin

Sebagai keturunan garis pertama, Darwin Sitanggang kini memegang tanggung jawab moral sebagai Si Junjung Baringin bagi keturunan Opung Tongam Sitanggang. Meski berdomisili di luar Samosir, ia menegaskan pentingnya menjaga koneksi dengan tanah kelahiran.

“Kami sebagian besar anak cucu memang merantau, namun kami tetap ingat asal-usul. Secara bergantian kami pulang untuk berziarah dan menginap di rumah pusaka tersebut. Sebagai Si Junjung Baringin, saya akan selalu berada di garda terdepan untuk menjaga Huta Lumban Silo peninggalan Opung kami,” pungkas Darwin.


Tinggalkan Balasan