Slider Beranda

SPMB

SPMB

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Berita Nasional

Desa Hasinggaan, Samosir: Sejarah, Adat, dan Dinamika Kepemilikan Huta

230
×

Desa Hasinggaan, Samosir: Sejarah, Adat, dan Dinamika Kepemilikan Huta

Sebarkan artikel ini

Kunjungan Keturunan Simarmata ke Desa Hasinggaan, Samosir

Samosir – Hingga kini, pembangunan jembatan penghubung dari Desa Bonan Dolok menuju Desa Hasinggaan masih terus berlangsung. Oleh karena itu, masyarakat dan tamu yang hendak menuju Desa Hasinggaan hanya dapat menggunakan sepeda motor atau menyeberang dengan boat kayu.

Meski akses terbatas, hal tersebut tidak menghalangi kunjungan keturunan marga Simarmata ke Desa Hasinggaan. Pada Sabtu, 13 Desember 2025, OH Simarmata SH, keturunan Opung Ronuan Simarmata, bersama Lindung Simarmata, keturunan Opung Lettem Simarmata, melakukan kunjungan kekeluargaan ke desa tersebut.

Untuk mencapai lokasi, rombongan menyeberang menggunakan boat kayu milik Pak Siska Simarmata, keturunan Opung Bartong Simarmata dari Huta Sampuran.

Sambutan Hangat dan Ziarah ke Tambak Opung Banua Simanjorang

Setibanya di Desa Hasinggaan, keluarga besar keturunan Opung Banua Simanjorang menyambut rombongan dengan penuh kehangatan. Selanjutnya, rombongan langsung mengawali kegiatan dengan ziarah ke tambak (makam keluarga) Opung Banua Simanjorang.

Menurut OH Simarmata SH, tambak tersebut memiliki nilai historis dan estetika yang tinggi.

“Kami sangat bersukacita melihat tambak ini. Bangunannya megah dan bertingkat. Padahal, akses jalan di Desa Hasinggaan cukup sempit dan berliku. Karena itu, tambak ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sejarah Adat Marga Simarmata di Alngit

Dalam hukum adat marga Simarmata yang berasal dari Angit, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, hanya anak lelaki pertama yang berhak menetap di tanah warisan keluarga. Aturan adat ini berlaku secara turun-temurun dan masih dijunjung hingga kini.

Hal serupa juga terjadi di Huta Lumban Sait Ni Huta. Anak lelaki pertama Opung Pultak Simarmata, yakni Panahara Simarmata, menetap dan melanjutkan garis keturunan di huta tersebut. Sementara itu, dua adiknya, Gollu Simarmata dan Bagur Simarmata, memilih merantau ke luar Angit.

Jejak Bagur dan Sangap Simarmata di Desa Hasinggaan

Dalam perjalanan sejarah keluarga, Bagur Simarmata merantau ke Desa Hasinggaan. Di sana, ia menikah dengan boru Simanjorang, putri Opung Banua Simanjorang, lalu menetap hingga akhir hayatnya.

Kemudian, anaknya, Sangap Simarmata, juga menikah dengan boru Simanjorang, cucu Opung Banua Simanjorang. Sama seperti ayahnya, Sangap Simarmata menetap dan wafat di Desa Hasinggaan.

Kisah Holi-Holi dan Ikatan Kekerabatan

Sementara itu, Apa Edu Simanjorang, warga Desa Siboro sekaligus keturunan Opung Banua Simanjorang, membagikan kisahnya pada era 1980-an. Saat itu, ia menghadiri peresmian Tambak Keturunan Opung Pultak Simarmata Par Lumban Sait Ni Huta di Alngit.

Ia menghadiri acara tersebut atas undangan Wilmar Simanjorang boru Simarmata, cucu Sangap Simarmata. Kehadirannya sebagai Tulang Pamupus menegaskan kuatnya ikatan kekerabatan antara marga Simarmata dan Simanjorang.

Selain itu, warga Desa Hasinggaan juga mengenang bahwa Wilmar Simanjorang pernah mengambil tanah dari Parholian, pemakaman umum lama di desa tersebut. Tanah itu kemudian menjadi simbol holi-holi Opung Bagur Simarmata dan Opung Sangap Simarmata, lalu disatukan ke dalam tambak keluarga di Alngit.

Harapan Persaudaraan yang Terus Terjaga

Melalui kunjungan ini, keluarga Simarmata berharap hubungan kekerabatan tetap terjalin erat.

“Kami datang untuk mempererat persaudaraan dengan keturunan Opung Banua Simanjorang sebagai hula-hula dari Opung Bagur dan Sangap Simarmata. Karena itu, kami berharap hubungan ini terus terjaga dengan baik,” kata OH Simarmata SH.

Rumah Peninggalan Opung Banua Simanjorang

Selain ziarah dan silaturahmi, rombongan juga menelusuri jejak sejarah lainnya. Saat ini, rumah peninggalan Opung Banua Simanjorang berdiri di Huta Lumban Sosor, Alngit, tepat di samping Ruma Bolon keturunan Opung Tahi Mangalan Simarmata, Raja Huta setempat.

Kondisi rumah tersebut masih layak huni. Dahulu, keluarga memindahkan rumah itu dari Desa Hasinggaan ke Alngit menggunakan kapal milik keluarga marga Sinaga, yang merupakan pihak mertua Lumban Simarmata.

Jamuan Adat Penuh Makna

Sebagai penutup kunjungan, keluarga besar Simanjorang menggelar jamuan adat. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menerima dekke (ikan mas), ulos, dan beras sebagai simbol penghormatan, doa, dan persaudaraan.

Ucapan terima kasih atas jamuan dan sambutan hangat itu disampaikan langsung oleh OH Simarmata SH, Ketua Umum Ketiga Punguan Simarmata & Boruna se-Indonesia Periode 2002–2008. (red