Slider Beranda

SPMB

SPMB

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

https://wartagrandwisata.com/teratai-putih-global-schools-membuka-pendaftaran-seleksi-penerimaan-murid-baru-tahun-ajaran-2025-2026/

Teratai Putih Global Schools Membuka Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Berita NasionalKriminal

Eksekusi Tongkonan Toraja Picu Kericuhan Warga

48
×

Eksekusi Tongkonan Toraja Picu Kericuhan Warga

Sebarkan artikel ini

TANA TORAJAEksekusi Tongkonan Toraja yang berlangsung pada 5 Desember 2025 memicu kericuhan besar antara warga dan pihak pelaksana eksekusi. Warga setempat berusaha mempertahankan rumah adat Tongkonan yang mereka anggap sebagai warisan budaya leluhur. Dalam peristiwa tersebut, alat berat ekskavator merobohkan sebagian bangunan di tengah penolakan keras masyarakat.

Sejak pagi hari, warga telah berkumpul di lokasi untuk menyuarakan penolakan terhadap eksekusi Tongkonan Toraja. Mereka menilai tindakan tersebut mengabaikan nilai budaya dan sejarah yang melekat pada rumah adat tersebut. Ketegangan meningkat ketika pihak pelaksana tetap melanjutkan eksekusi meski warga melakukan aksi bertahan.

Dampak Kericuhan dan Konflik

Kericuhan menyebabkan belasan warga mengalami luka-luka akibat bentrokan fisik. Warga dan aparat saling dorong saat pihak pelaksana mengerahkan alat berat ke area Tongkonan. Selain itu, sengketa lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun turut memperkeruh situasi dan memicu emosi massa.

Menurut warga, proses eksekusi Tongkonan Toraja tidak melibatkan musyawarah adat secara menyeluruh. Mereka menilai langkah tersebut justru memperdalam konflik horizontal di tengah masyarakat.

Nilai Budaya Rumah Adat Tongkonan

Rumah adat Tongkonan memiliki peran penting dalam struktur sosial dan budaya masyarakat Toraja. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat, ritual keagamaan, dan simbol identitas keluarga.

Oleh karena itu, komunitas adat dan pemerhati budaya secara tegas memprotes eksekusi Tongkonan Toraja. Mereka menilai perobohan bangunan adat berpotensi menghilangkan nilai historis yang tidak tergantikan.

Peran Aparat dan Pemerintah Daerah

Aparat keamanan turun langsung ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas. Petugas berupaya memisahkan warga dari pihak pelaksana eksekusi serta mengamankan area sekitar. Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi guna meredam ketegangan pasca-kericuhan.

Tindak Lanjut dan Dorongan Mediasi

Sejumlah pemerhati budaya mendorong pemerintah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dasar hukum eksekusi Tongkonan Toraja. Mereka meminta penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi dengan melibatkan tokoh adat dan seluruh pihak terkait.

Ke depan, para pemerhati berharap pemerintah dapat melindungi warisan budaya Toraja sekaligus menyelesaikan konflik agraria secara adil tanpa mengorbankan identitas budaya masyarakat setempat.